Jumat, 07 Maret 2014

Review : Seminar “Indigo in Bio Psycho Social and Spiritual Perspectives”

 “Indigo in Bio Psycho Social and Spiritual Perspectives”



Indigo adalah istilah yang diberikan kepada anak yang memiliki kemampuan intuisi yang relatif tinggi dan menunjukkan perilaku lebih dewasa dibanding usianya. Secara harfiah, indigo adalah nama warna biru tua ke ungu. Sering salah dikenali dengan warna violet. Istilah anak indigo dipergunakan oleh Nancy Ann Torp, seorang konselor, pada era 1970-an. Dia meneliti warna aura manusia dan menghubungkannya dengan kepribadian. Mereka yang memiliki aura indigo ini ternyata anak-anak yang dianugrahkan kelebihan, yang lebih dikenal dengan indera keenam.
Pada tahun 1982, Tappe menerbitkan buku Understanding Your Life Through Color (Memahami Hidup Anda Melalui Warna) yang menjelaskan bahwa semenjak pertengahan tahun 1960-an, dia mulai menyadari bahwa ada banyak anak yang lahir dengan aura indigo. Gagasan ini kemudian dipopulerkan oleh Lee Carroll dan Jan Tober dalam buku yang berjudul The Indigo Children: The New Kids Have Arrived (Anak Indigo: Anak-anak Baru Telah Tiba) pada tahun 1998.
Pada awal kemunculannya para anak indigo lebih dianggap sebagai penderita suatu kelainan atau menderita suatu penyakit, mereka sering dicap sebagai pengidap ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder) yang biasa disebut gangguan hiperaktif kekurangan perhatian, ADD (Attention Deficit Disorder) gangguan kekurangan perhatian,  dan juga autis, sehingga mereka sering diusahakan agar sembuh dari suatu label penyakit.
Selama ini fenomena anak indigo terlihat lebih menyita dunia spiritual yang berujung pada magis dan parapsikologis (pseudo psychology) dalam pembahasannya, masih sedikit penelitian yang menerangkan indigo secara ilmiah yang konsepnya belum diterima secara umum, sehingga bagi mereka yang berpegang pada positivisme akan segera menolak keberadaan anak indigo.
Dalam Islam, anak indigo yang berkarakteristik sangat cerdas dengan IQ tinggi serta memiliki kepekaan lebih tinggi, dan intuisi yang tajam sering disambungkan dengan adanya ilmu laduni, yaitu ilmu yang berasal dari Allah SWT, kelebihan yang ada pada anak Indigo berasal dari Allah SWT. Namun, tidak ada pernyataan pasti yang memperkuat anak Indigo adalah anak yang memiliki ilmu laduni.
Di Indonesia sendiri, masyarakat menganggap bahwa anak Indigo adalah anak dengan IQ tinggi namun tidak memiliki kepatuhan terhadap aturan atau sering diartikan dengan anak nakal yang bisa meilhat masa depan dan menyembuhkan segala penyakit. Anak Indigo sendiri belum sepenuhnya diterima dan dipahami keberadaannya di dalam masyarakat, dan membicarakan tentang Indigo pun, masih dianggap hal yang tabu.
Mengetahui paradigma yang berkembang di masyarakat seperti itu, dan guna untuk menghindari adanya anggapan dan “labeling” yang terkesan diskriminatif pada anak indigo akibat paradigma tersebut, maka BEMF Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan Seminar in Islamic, Bio, Psycho, Social Perspectives.

Dalam seminar ini kami mengundang 3 narasumber, yakni :
1. Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag, M.Si (Guru Besar Psikologi Islam)
2. dr. Tubagus Erwin, Sp.Kj (Psikiater dan Pemerhati Anak Indigo)
3. Naomi Angelia (Anak Indigo)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar