“Indigo in Bio Psycho Social and Spiritual Perspectives”
Indigo adalah istilah yang
diberikan kepada anak yang memiliki kemampuan intuisi yang relatif tinggi dan
menunjukkan perilaku lebih dewasa dibanding usianya. Secara
harfiah, indigo adalah nama warna biru tua ke ungu. Sering salah dikenali
dengan warna violet. Istilah anak indigo dipergunakan oleh Nancy Ann Torp,
seorang konselor, pada era 1970-an. Dia meneliti warna aura manusia dan
menghubungkannya dengan kepribadian. Mereka yang memiliki aura indigo ini
ternyata anak-anak yang dianugrahkan kelebihan, yang lebih dikenal dengan indera keenam.
Pada tahun 1982, Tappe
menerbitkan buku Understanding Your Life Through Color (Memahami Hidup Anda
Melalui Warna) yang menjelaskan bahwa semenjak pertengahan tahun 1960-an, dia mulai menyadari bahwa ada
banyak anak yang lahir dengan aura indigo. Gagasan ini kemudian dipopulerkan
oleh Lee Carroll dan Jan Tober dalam buku yang berjudul The Indigo Children: The New
Kids Have Arrived (Anak Indigo: Anak-anak Baru Telah Tiba) pada tahun 1998.
Pada awal kemunculannya para anak indigo lebih
dianggap sebagai penderita suatu kelainan atau menderita suatu penyakit, mereka
sering dicap sebagai pengidap ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder)
yang biasa disebut gangguan hiperaktif kekurangan perhatian, ADD (Attention
Deficit Disorder) gangguan kekurangan perhatian, dan juga autis, sehingga
mereka sering diusahakan agar sembuh dari suatu label penyakit.
Selama ini fenomena anak indigo
terlihat lebih menyita dunia spiritual yang berujung pada magis dan parapsikologis
(pseudo psychology) dalam pembahasannya, masih sedikit penelitian yang menerangkan indigo secara ilmiah yang konsepnya
belum diterima secara umum, sehingga bagi
mereka yang berpegang pada positivisme akan segera menolak keberadaan anak
indigo.
Dalam Islam, anak indigo yang
berkarakteristik sangat cerdas dengan IQ tinggi serta memiliki kepekaan lebih
tinggi, dan intuisi yang tajam sering disambungkan dengan adanya ilmu laduni,
yaitu ilmu yang berasal dari Allah
SWT, kelebihan yang ada pada anak Indigo berasal dari Allah SWT. Namun, tidak
ada pernyataan pasti yang memperkuat anak Indigo adalah anak yang memiliki ilmu
laduni.
Di Indonesia
sendiri, masyarakat menganggap bahwa anak Indigo adalah anak dengan IQ tinggi
namun tidak memiliki kepatuhan terhadap aturan atau sering diartikan dengan
anak nakal yang bisa meilhat masa depan dan menyembuhkan segala penyakit. Anak
Indigo sendiri belum sepenuhnya diterima dan dipahami keberadaannya di dalam
masyarakat, dan membicarakan tentang Indigo pun, masih dianggap hal yang tabu.
Mengetahui paradigma yang
berkembang di masyarakat seperti itu, dan guna untuk menghindari adanya
anggapan dan “labeling” yang terkesan diskriminatif pada anak indigo akibat
paradigma tersebut, maka BEMF Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
mengadakan Seminar in Islamic, Bio, Psycho, Social Perspectives.
Dalam seminar ini kami mengundang 3 narasumber, yakni :
1. Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag, M.Si (Guru Besar Psikologi Islam)
2. dr. Tubagus Erwin, Sp.Kj (Psikiater dan Pemerhati Anak Indigo)
3. Naomi Angelia (Anak Indigo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar